Logo Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri
Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri INSAN CENDEKIA MANDIRI LIBRARY

Transformasi ekowisata Danau Tempe : menjaga alam, merawat budaya, dan membangun masa depan

Andi Badli Rompegading ; editor, Wilda Febriani

Nomor Panggil

300 ROM t

Ketersediaan

Belum ada eksemplar tercatat

Buku Nonfiksi DDC 300

Transformasi ekowisata Danau Tempe : menjaga alam, merawat budaya, dan membangun masa depan

Andi Badli Rompegading ; editor, Wilda Febriani

Danau Tempe adalah tappareng kehidupan, tempat air mengajar manusia tentang keseimbangan. Di sanalah orang Bugis belajar bahwa hidup tidak dimiliki, melainkan dijaga; tidak ditaklukkan, melainkan dipahami. Merawat danau menuntut warani’ keberanian untuk membela yang rapuh; lempu’ kejujuran dalam mengelola yang memberi hidup; getting keteguhan untuk tidak menyerah pada jalan pintas; dan assituruseng kesepakatan bersama agar manusia, adat, dan alam berjalan seirama. Selama berabad-abad, danau merawat manusia dengan caranya sendiri, sementara manusia merawat danau melalui adat, kesabaran, dan rasa malu untuk merusak yang menghidupi. Ketika danau berubah, sesungguhnya yang diuji bukan hanya ekologi, tetapi siri’ dan kebijaksanaan kita sebagai manusia air. Sebab bagi orang Bugis, air yang ditinggalkan bukan sekadar surut ia adalah tanda bahwa assituruseng telah retak, dan jalan pulang perlahan menghilang. Transformasi Ekowisata Danau Tempe: Menjaga Alam, Merawat Budaya, dan Membangun Masa Depan mengajak pembaca menyelami Danau Tempe bukan sekadar sebagai bentang alam perairan, melainkan sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan ruang kebijakan yang sarat makna. Buku ini berangkat dari kisah keseharian masyarakat rumah apung nelayan, perempuan pengrajin, anak muda, dan tetua adat yang hidup di antara air dan daratan, di tengah perubahan ekologis yang kian nyata. Melalui pendekatan etnografis, buku ini merekam suara-suara warga yang jarang hadir dalam dokumen perencanaan: tentang air yang makin dangkal, ikan yang menjauh, rumah yang terus berpindah, serta tradisi yang terancam tertunda. Krisis ekologis Danau Tempe dipotret bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi sebagai krisis relasi antara manusia dan alam, antarwarga, serta antara komunitas lokal dan negara. Di tengah tekanan sedimentasi, pencemaran, perubahan iklim, dan invasi tanaman air, buku ini menunjukkan bahwa masyarakat Danau Tempe tidak sekadar menjadi korban. Mereka mengembangkan resiliensi me

Data Bibliografi

Penerbit
PT. Insan Cendekia Mandiri Group
Tempat terbit
Kabupaten Sijunjung
Tahun terbit
2026
Jumlah halaman
xii, 132
ISBN
978-634-252-317-9
Bahasa
Indonesia

Diimpor dari basis data ISBN Perpusnas