Logo Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri
Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri INSAN CENDEKIA MANDIRI LIBRARY

Misteri atlantis

Dr. Een Nurhasanah, S.S., M.A. ; editor, Juffi Syahri

Nomor Panggil

800 EEN m

Ketersediaan

Belum ada eksemplar tercatat

Buku DDC 800

Misteri atlantis

Dr. Een Nurhasanah, S.S., M.A. ; editor, Juffi Syahri

"Misteri Atlantis" mengisahkan perjalanan mendebarkan sebuah tim ekspedisi multidisiplin yang terdiri dari delapan ahli brilian, masing-masing dengan pandangan dan kepakaran yang saling bertentangan, untuk mencari peradaban Atlantis yang hilang. Dipimpin oleh Dr. Hermawan, seorang idealis yang percaya pada narasi Plato, dan dihadapkan pada skeptisisme tajam dari Dr. Raymond, seorang geolog empiris, tim ini disatukan oleh anomali sonar yang tak dapat dijelaskan di dasar Samudra Atlantik. Perjalanan mereka dimulai dengan ketegangan ideologis yang tinggi, yang kemudian diperparah oleh badai Atlantik yang luar biasa parah dan anomali meteorologis yang tak terduga, seolah alam itu sendiri menolak atau memanggil mereka ke jantung misteri tersebut, menguji integritas kapal dan kewarasan para kru. Setelah menembus badai dan mencapai kedalaman, tim menggunakan kapal selam "Triton" untuk menemukan struktur kota Atlantis yang megah dan sunyi, terbuat dari material bercahaya tak dikenal, Orichalcum. Keajaiban arsitektur dan ekosistem bioluminesen yang belum pernah terlihat sebelumnya mematahkan skeptisisme Raymond, namun juga memicu pertanyaan baru tentang sifat peradaban ini. Melalui interaksi dengan sebuah kristal obelisk kuno, tim secara tidak sengaja terlempar ke dalam memori hidup Atlantis di puncaknya. Di sana, mereka bertemu dengan entitas non-fisik yang mengklaim sebagai Plato, menjadi saksi bisu kemegahan peradaban yang hilang tersebut. "Plato" kemudian mengungkapkan bahwa kehancuran Atlantis bukanlah karena kekuatan eksternal, melainkan akibat langsung dari keserakahan dan ambisi peradaban itu sendiri. Bangsa Atlantis, yang awalnya hidup dalam harmoni dengan alam dan memanfaatkan energi kosmik, perlahan-lahan menyalahgunakan kekuasaan mereka, mencoba mengendalikan apa yang seharusnya hanya dipahami. Kristal obelisk, yang tadinya cermin kebijaksanaan, memantulkan keserakahan mereka, memicu pelepasan energi tak terkendali yang menyebabkan kehancuran mereka sendiri

Data Bibliografi

Penerbit
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Tempat terbit
Kabupaten Sijunjung
Tahun terbit
2026
Jumlah halaman
xiv, 90
ISBN
978-634-219-477-5
Bahasa
Indonesia

Diimpor dari basis data ISBN Perpusnas