Logo Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri
Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri INSAN CENDEKIA MANDIRI LIBRARY

Imperatif edukasi drama : integrasi didaktis dan otonomi estetika

penulis, Een Nurhasanah ; editor, Wilda Febriani

Nomor Panggil

400 PEN i

Ketersediaan

Belum ada eksemplar tercatat

Buku Nonfiksi DDC 400

Imperatif edukasi drama : integrasi didaktis dan otonomi estetika

penulis, Een Nurhasanah ; editor, Wilda Febriani

Dalam lanskap ekspresi artistik yang terus berkembang dan seringkali bergejolak, drama secara konsisten telah bergulat dengan identitas gandanya yang kompleks: sebuah medan dialektika abadi antara tujuan didaktiknya untuk mengajar dan mencerahkan, serta kebutuhan intrinsiknya akan otonomi estetika sebagai seni yang berdiri sendiri. Pergulatan ini bukanlah dikotomi yang saling meniadakan, melainkan sebuah spektrum kaya kemungkinan integrasi yang harmonis, di mana seni mampu berbicara kepada akal budi tanpa mengorbankan keindahan, dan menyentuh hati sanubari tanpa terjebak dalam ceramah yang menggurui. Hakikat drama sejati terletak pada kemampuannya untuk menyeimbangkan hasrat penyampaian pesan dengan kebebasan ekspresi, menciptakan karya yang tidak hanya memukau secara visual dan emosional, tetapi juga mencerahkan pemikiran kritis dan mendorong refleksi berkelanjutan. Inilah yang membedakan drama dari medium lain; ia menyajikan kebenaran tidak secara eksplisit, melainkan dengan mengundang penonton untuk menyingkapnya sendiri melalui pengalaman imersif yang mendalam. Kekuatan unik drama terangkum dalam kapasitasnya untuk memprovokasi pemikiran kritis, menumbuhkan empati, dan membentuk pemahaman personal yang mendalam. Melalui pengalaman “seolah-olah” yang begitu otentik, drama berfungsi sebagai “laboratorium sosial” yang aman, memungkinkan kita menjelajahi dilema moral yang kompleks dan menghadapi realitas sosial tanpa harus menanggung risiko nyata. Fenomena ini, yang kini divalidasi oleh temuan neurosains tentang neuron cermin, menjelaskan bagaimana drama secara harfiah “melarutkan penghalang imajiner antara diri dan orang lain”, memicu resonansi saraf yang memungkinkan kita memahami niat dan perasaan orang lain dari dalam. Interaksi mendalam ini tidak hanya menumbuhkan empati, yang terbukti secara empiris meningkatkan perilaku prososial, tetapi juga secara aktif mengasah kemampuan reflektif dan pemikiran kritis, mengubah penonton dari penerima pasif m

Data Bibliografi

Penerbit
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Tempat terbit
Kabupaten Sijunjung
Tahun terbit
2026
Jumlah halaman
xiv, 248
ISBN
978-634-219-357-0
Bahasa
Indonesia

Diimpor dari basis data ISBN Perpusnas