Logo Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri
Perpustakaan Insan Cendekia Mandiri INSAN CENDEKIA MANDIRI LIBRARY

Puisi itu dekat : menumbuhkan literasi remaja lewat kata dan rasa

Ica Marisa Agustiani, S.Pd., Gr. ; editor, Dr. Siti Zubaidah, S.Pd., S.E., M.Pd.I.

Nomor Panggil

800 ICA p

Ketersediaan

Belum ada eksemplar tercatat

Buku Nonfiksi DDC 800

Puisi itu dekat : menumbuhkan literasi remaja lewat kata dan rasa

Ica Marisa Agustiani, S.Pd., Gr. ; editor, Dr. Siti Zubaidah, S.Pd., S.E., M.Pd.I.

Puisi Itu Dekat: Menumbuhkan Literasi Remaja Lewat Kata dan Rasa bukan sekadar buku, melainkan perjalanan sunyi yang mengajak remaja pulang kepada dirinya sendiri. Ia membuka pemahaman bahwa literasi bukan hanya tentang membaca huruf dan menulis kalimat, tetapi tentang belajar merasakan, memahami, dan memaknai kehidupan dengan lebih dalam. Di tengah riuhnya dunia yang bergerak cepat, literasi hadir sebagai Kompas, menuntun langkah, menenangkan arah, dan menjaga agar jiwa tidak kehilangan makna. Dalam perjalanan itu, puisi hadir sebagai suara paling jujur: sederhana, tetapi mampu menyentuh ruang terdalam yang sering tak terucap. Buku ini menuntun pembaca menyelami puisi sebagai dunia yang hidup, bukan sekadar rangkaian kata, tetapi denyut rasa yang bersembunyi di balik setiap larik. Puisi menjadi cermin yang memantulkan kehidupan remaja: hangatnya persahabatan, sunyinya rindu pada keluarga, hingga harapan yang tumbuh diam-diam di bangku sekolah. Dari hal-hal yang tampak biasa, puisi mengajarkan bahwa selalu ada makna yang bisa dirasakan, jika hati bersedia mendengarkan. Di tengah kenyataan bahwa puisi sering terasa jauh dan terlupakan, buku ini perlahan mendekatkannya Kembali, menghidupkan puisi sebagai pengalaman yang hangat dan menyenangkan. Ia tidak lagi berdiri kaku di halaman buku, tetapi hadir sebagai ruang rasa yang bisa dinikmati, dibacakan, dan dirasakan bersama. Dari sana, remaja diajak melangkah lebih dalam: menulis. Menangkap makna dari hal-hal sederhana, merangkai kata dengan kejujuran, dan menjelajah imajinasi yang membuat setiap puisi menjadi unik dan bermakna. Ketika puisi memasuki era digital, ia menemukan cara baru untuk hidup. Ia hadir dalam warna, suara, dan gambar, lebih dekat, lebih luas, dan lebih mudah dijangkau. Namun, buku ini juga mengingatkan bahwa di balik kebebasan itu, ada tanggung jawab yang harus dijaga: menjaga keaslian, menghormati karya, dan menggunakan kata dengan bijak. Sebab puisi bukan hanya tentang apa yang ditulis, t

Data Bibliografi

Penerbit
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Tempat terbit
Kabupaten Sijunjung
Tahun terbit
2026
Jumlah halaman
viii, 62
ISBN
978-634-219-424-9
Bahasa
Indonesia

Diimpor dari basis data ISBN Perpusnas